- Back to Home »
- Dimanakah kalian bersembunyi?
Pernakah anda melihat suatu acara televisi pada jam-jam sehabis maghrib? Kalau pernah pasti anda akan menemukan acara-acara itu-itu saja kalau gak joget-jogetan, yah acara komedi yang terkesan monoton dan membosankan karena hanya menggunakan bahan leleucon yang itu-itu saja. Memang fenomena "meniru" seperti ini bukan lah hal baru yang terjadi di negara kita ini, kalau anda menoleh ke belakang satu atau dua tahun ke belakang saat itu demam boysband atau girlsband tumbuh bak jamur di musim penghujan, memang alah satu faktor penyebab fenomena ini adalah faktor pasar yang mungkin sulit untuk dihindari.
Bahkan dalam hal berpakaian pun remaja jaman sekarang nyaris sama satu sama lain hal ini dapat anda lihat ketika anda berada di suatu kompleks distro ataupun tempat pameran indie clothing di sana anda akan melihat hampir semua booth menjual barang yang hampir sama satu dengan yang lain (meskipun ada beberapa both yang menjual barang "sedikit" berbeda dari yang lain) entah mengapa para remaja atau pun masyarakat pada umumnya lebih memilih untuk cari aman dalam berbagai hal, namun masih ada saja segelintir orang yang mana dia lebih merasa nyaman untuk "kelihatan" daripada dia menjadi golongan yang "mencari aman" maksudnya orang yang tidak mau menjadi sebuah pasir di sebuah gurun pasir namun ia ingin menjadi salju dalam padang pasir tersebut agar nantinya kalau dia tidak ada orang-orang akan menyesali ketiadannya itu. Namun pertanyaan saya adalah dimanakah kalian bersembunyi? apakah memang kalian telah muncul namun tidak terlihat oleh kami semua, karena kalian telah tertutupi oleh golongan yang ingin cari aman? atau kah, kalian memang benar-benar belum ada?
Note: tulisan berhuruf mring saya dapat dari buku "filosofi kopi" karangan dee, namun dengan perubahan sedikit oleh saya