Posted by : fahmi haqqi 19 Jan 2015

Minum susu coklat dulu biar sehat :p
Hari sabtu tanggal 17 januari 2015 kemarin saya mencoba sebuah pengalaman baru, pulang ke mojokerto tapi dengan menggunakan sepeda angin. Mungkin buat para pecinta sepeda khususnya yang sering cross country atau touring-touring perjalana dari sepanjang ke mojokerto terasa sanggat pendek, tapi bagi saya seorang mahasiswa yang hobi tidur perjalanan sepanjang ke mojokerto seresa perjalanan mendapatkan kamu panjang tak berujung #eaaaa perjalanan itu saya tempuh dengan waktu kurang lebih 3 jam, pada saat mengayuh sepedaa ada banyak hal-hal yang tak mungkin saya dapatkan ketika menggunakan moda transoprtasi lain seperti motor, mobil, ataupun bus AKDP.

Pada pukul 05.30 saya berangkat dari sepanjang dengan melewati jalan alternatif dan saya benar-benar dapat merasakan sejuknya udara pagi itu karena jalan yang saya lewati tersebut kebanyakan masih dikelilingi oleh persawahan selain dapat menikmati udara yang relatif belum tercemar oleh polusi yang lkita sebabkan bersama, saya juga melihat kawanan anak sekolah yang mengayuh sepedanya untuk mencari ilmu ke sekolah, hal ini mengingatkan masa -masa sekolah dulu hehe. Ada sebuah sungai yang terbentang pada jalur itu, di sungai itu saya melihat banyak warga sekitar yang mencari ikan saya melihat seorang bapak dan anaknya yang sedang memancing di sungai tersebut, suatu rekreasi keluarga yang sangat sederhana nan murah - meriah yang mungkin jarang ditemui oleh keluarga perkotaan masa kini.

sekitar pukul 07.00 pagi saya telah sampai pada jalan raya yang sering disebut by pass krian pada saat itu saya melihat sebagian pengguna jalan merasa terburu-buru karena terancam datang terlambat ke tempatnya bekerja, di by pass tersebut saya merasakan sebuah sensasi yang luar biasa karena saya sempat tak percaya bisa sampai ke jalan ini dengan hanya menggunakan sebuah sepeda angin, namun karena jalanan ini sering dilewati oleh kendaraan besar dan berat jadi jalan tak lagi mulus sehingga banyak tonjolan dan lubang disana-sini, dan lubang tersebut tidak hanya kosong melainkan terisi oleh air bekas hujan hingga megakibatkan sepeda, kaki, dan tas saya mencadi ada motif baru. Namun disinilah nilai keasiknya karena hal seperti ini tidak akan didapat oleh semua orang yang hanya lewat di jalan by pass karena sedang di kejar waktu.

pukul 07.30 saya tiba di desa tarik, di situ lah saya memutuskan berhenti di sebuah warung untuk mengisi kembali energi setelah mengayuh sepeda hampir dua jam. Setelah dari warung tersebut pikir saya dapat lebih cepat mengayuh sepeda karena energi telah terisi kembali, ternyata pikiran saya keliru yang ada saya jadi makin malas mengayuh sepeda karena sudah mulai lelah, dan sang surya yang semakin memancarkan cahyanya sehingga cuaca semakin panas, namun saya tetap menikmati setiap kayuhan demi kayuhan sambil mendengarkan music lewat earphone

akhirnya sampai juga saya di kauman 6/45 yaitu rumah saya tercinta (oke lebay) dan saya lihat pada saat itu jarum jam menunjukan pukul 08.30 saya merasa senang karena keyakinan saya untuk menaiki sepeda dari sepanjang menuju mojokerto akhirnya sampai, hal ini karena usaha saya yang terus mengayuh sepeda meskipun sudah mulai lelah, dan dengan  naik sepeda saya dapat melihat suatu pemandangan yang mungkin yang tidak akan saya dapatkan ketika saya naik kendaraaan lain, so let's ride your bike :p

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Cari Blog Ini

Popular Post

Chat Box






- Copyright © De Haqqi -Metrominimalist- Powered by Blogger - Modived by Fhi -