- Back to Home »
- Belum (Tak) Ada Judul
Posted by : fahmi haqqi
31 Agu 2014
![]() |
| lucu ya gambarya :p |
Korupsi merupakan kata yang sudah tidak asing lagi di
telinga kita, namun apakah kita benaar-benar paham akan kata tersebut? Menurut
KBBI korupsi adalah “penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan
dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain” coba anda cerna kata-kata
tersebut
Menurut saya korupsi adalah suatu perbuatan yang tercela dan
pantas kita hindari, namun pada kenyataannya hampir semua orang pernah
melakukan yang namanya korupsi hanya saja mereka tak menyadarinya, saya sendiri
pun tidak munafik dan pernah melakukan korupsi, namun korupsi yang saya lakukan
tidak menyelewengkan atau menyalahgunakan uang negara, namun lebih tepatnya
uang orang tua untuk kepintingan saya sendiri, yah salah satu atau salah dua,
bahkan salah seribu dari kalian pasti pernah korupsi terhadap orang tua. Toh
pada akhirnya juga orang tua kalian juga meng-iklhaskan uang yang kalian
korupsi heuheu. Selainain hal masalah uang orang tua, salah satu hal yang rentan di
korupsi adalah waktu, sepele kan, contoh paling nyata adalah waktu istirahat
saya sewaktu kuliah (fyi: biasanya jam istirahat saya kurang lebih jam
12.10-13.00) namun sering saya balik ke kelas pukul 13.15 kadang kalau saya
malas pada suatu dosen/matkul tertentu saya kembali ke kelas pukul
13.30 (jangan ditiru ya heuheu). Jaman dulu kalau kita terlambat maka kita akan malu, namun lambat laun
budaya malu tersebut hanya menjadi omong kosong belaka, ok balik lagi ke
masalah korupsi waktu tadi, sebenarnya ada banyak hal sih yang menyebabkan kita
melakukan hal tersebut, salah satunya adalah budaya Jama’ah ( misalnya: halah si a masih
nongkrong, ngapain kita buru-buru masuk kelas), budaya biasa (misalnya: jam segini
biasanya di kelas masih sepi), atau budaya toleran (misalnya: gpp kita terlambat, kan si
dosen x baik, pasti di ijini masuk kita), dan budaya-budaya yang lain. Oleh karena itu mungkin (mungkin lho hanya mungkin) para koruptor disana sebenarnya tidak merasa salah karena banyak yang melakukan hal yang sama seperti dirinya, atau pun mereka merasa bersalah tapi mereka anggap biasa saja kesalahan itu karena banyak yang melakukan hal seperti dia..
“suatu hal yang salah meskipun dilakukan oleh orang banyak, tak lantas membuat
hal tersebut menjadi benar meskipun mayoritas menggapnya benar” -fhi-
