You Know Nothing
Sabtu, 25 februari 2016 tidak ada
yang berbeda dengan hari-hari lainnya, seperti weekend pada umumnya saya
memilih sedikit rehat dari aktivitas perkuliahan yang membelenggu. Kegiataan
weekend tersebut lebih banyak saya gunakan untuk membaca beberapa buku, apalagi
saya punya buku baru yang berjudul “mind treveler” karangan Febriani ka putri salah satu teman saya ketika sempat kursus di pare,
![]() |
| Buku Mind Travel |
selain itu saya gunakan nongkrong
di warung kopi bersama rekan-rekan dari karang taruna untuk membahas rencana
rapat kerja,
setelah selesai nongkrong saya
mendengar berita bahwa akan ada kesenian “jaranan
campursari” atau biasa disebut orang-orang mojokerto dengan istilah “bantengan” yang di laksanakan oleh
padepokan eyang macan putih balongkrai, mojokerto. Beberapa rekan saya mengajak
untuk menyaksikan kesenian tersebut, saya iyakan saja ajakan rekan-rekan
tersebut, saya sampai lokasi pertunjukan sekitar pukul 23.00 dan acara
bantengan tersebut telah dimulai ditandai dengan ramainya warga berkumpul untuk
menyaksikan acara kesenian tersebut tua, muda, laki-laki, ataupun perempuan
hadir untuk menyaksikan acara tersebut terlihat sekilas dari wajah mereka
seperti sedikit melupakan persoalan sehari-hari dan memutuskan menikmati malam
itu
Pada saat saya datang acaranya
adalah beberapa orang melakukan tarian tradisional, jujur saja saya tidak tahu
tujuan dari kegiatan tersebut, namun saya tanyakan pada beberapa penonton
disekitar saya ternyata tujuan dari kegiatan melakukan tarian tradisional
tersebut untuk memanggil beberapa arwah-arwah jin dari zaman majapahit,
entahlah? Saya tidak mempercayai betul, tapi juga tidak menutup mata akan hal
itu, sebagian besar penari tradisonal tersebut memakan dupa yang menyala tanpa
satupun merasa aneh ataupun terksisa olehnya.
Hingga pada sekitar pukul 00.30 dikeluarkan
beberapa properti seperti kepala reog, dan beberapa kostum yang menyerupai
banteng, lalu mereka menari di dalam arena pertunjukan selama beberapa saat,
setelah itu muncul lah seorang sepertinya lakon utama, dia masuk arena
pertunjukan lalu ada beberapa orang yang membawa pecut dan meghentakannya ke
tanah bahkan sempat mengenai orang tersebut, lalu orang tersebut seperti
kemasukan arwah mahluk lain dan melakukan kegiatan yang menurut saya tidak
dapat di cerna oleh akal, orang tersebut memakan lampu neon, sebelumnya saya
sempat melihat beberapa atraksi serupa bahkan lebih ekstrim melalui televisi
ataupun youtube, namun kali ini saya
dapat menyaksikannya langsung ia lumat habis lampu neon tersebut hingga pecah
berkeping-keping dan habis dimakannya, saya juga menyaksikan adanya percikan
darah pada badan orang tersebut, dan anehnya orang tersebut tidak merasa
tersiksa sama sekali bahkan sangat menikmati momen tersebut, entah kenapa?
![]() |
| Acara bantengan |
Di malam ini ada beberapa
kejadian yang menurut saya susah untuk dinalar seperti orang dengan mudahnya
mengangkat topeng reog yang ukurannya sangat besar dan kemungkinan juga berat,
hingga kegiatan orang memakan neon dan dupa. Entalah mungkin karena bantuan
mahluk lain atau adanya rahasia lain, hingga izin dari tuhan yang memang
mebiarkan orang tersbut baik saja meskipun melakukan hal yang tidak masuk akal,
karena hidup itu tidak cuma kuliah, dan bersenang-senang saja masih banyak hal
lain yang belum saya ketahui.
You know nothing, john snow*
*kutipan dari serial games of thrones
Time Warping
Jam berdetak sangat cepat
bahkan terasa lebih cepat dari biasanya karena
pada saat itu saya sangat menikmati momen tersebut, sebenarnya momen
tersebut biasa saja karena pada saat itu saya gunakan untuk nongkrong di suatu
cafe di sidoarjo, ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa pada saat itu saya
mersa mengalami time warping pertama
karena pembahasan ngobrol kali ini, berikutnya partner ngobrol saya pada saat
itu.
Pada saat itu kita ngbrol
ngalor-ngidul seperti orang yang sedang nongkrong pada
umumnya kita membahas semua hal yang terlintas di pikiran kita masing-masing,
mulai dari pertanyaan basa-basi seperti bagaimana kabar masing-masing maklum
kita berdua sudah hampir 1 tahun tidak bertemu. Kita membahas kesibukan
masing-masing selama satu tahun ke belakang, membahas liburan yang telah kita
lakukan masing-masing dia menceritakan pengalamannya mendaki gunung semeru yang
di lakukannya beberapa waktu yang lalu, dan pembahasan lainnya baik hal yang
penting hingga hal-hal sepele. Tanpa terasa sudah hampir 2 jam kita duduk di
cafe tersebut yang ditandai dengan
kosongnya masing-masing dari gelas kami.
![]() |
| ilustrasi sumber gambar |
Selain itu yang membuat
waktu terasa cepat adalah partner ngobrol saya pada saat itu, meskipun kita
sudah hampir 1 tahun tidak bertemu namun pada saat itu tiada nampak rasa
canggung sedikit pun, obrolan kita mengalir dengan lancarnya seperti derasnya
sungai di pegunungan, berbeda saat kita mengobrol di media sosial. Dari
pertemuan kali itu saya baru mengetahui kalau dia juga memiliki hobi menulis
namun sayangnya saya tidak pernah tahu hasil dari tulisannya karena dia memilih
menulis untuk konsumsi pribadi dan di tulis di diary, berbeda dengan saya yang
lebih mempublish tulisan saya melalui blog (meskipun tidak intens juga), selain
itu berdasar ceritanya dia juga merupakan guru yang baik, dia peduli terhadap
lingkungan sekitar pada saat kita menghabiskan minuman kita, dan bahasan untuk
di obrolkan belum terasa habis maka kita putuskan untuk pergi ke suatu
alon-alon untuk mencari suasana baru dalam mengobrol,ketika kita akan duduk di
suatu kursi yang ada dia mendapati sebuah sampah plastik dan tanpa dikomandoi
dia langsung berinisiatif mencari tempat sampah dan membuang sampah plastik
tersebut ke dalamnya, ah itu merupakan suatu modal untuk menjadi ibu yang baik
di masa mendatang.
Setelah puas becrengkama
selama beberapa jam maka obrolan kita pada saat itu terpaksa kita sudahi dan
kebetulan juga angka menunjukan sekitar pukul 22.00 wib, setelah berakhirnya
pertemuan itu saya putuskan untuk kembali kerumah mempersiapkan hari esok
dimana saya masih ada tanggung jawab untuk mengikuti pelatihan WI (Welding
Inspector), meskipun kejadian ini sudah terjadi hampir beberapa hari kemarin
saya masih ingat semua hal yang mewarnai malam itu, paling tidak saya mengingatnya
hingga saya menulis ini ah memang aneh pikiran manusia kadang kala kita
memerlukan sesuatu yang harus kita ingat tapi sangat susah sekali kita ingat
(Semisal materi kuliah hehe) sedangkan ada hal-hal sepela malah kita tidak bisa
melupakan itu.
Penjajahan Era Baru
![]() |
| ilustrasi sumber gambar |
Seiring berjalanya waktu, perubahan jaman pun terasa jelas
perubahannya, salah satu perubahan jaman adalah dahulu handphone masih menjadi
suatu kebutuhan tersier, namun belakangan ini handphone bukan hanya jadi
kebutuhan tersier melainkan sudah bisa
di katakan sebagai suatu kebutuhan priemer khususnya bagi masyarakat urban. Perubahan
yang terasa jelas yaitu tentang penjajahan kalau jaman dahulu di jaman sebelum
kemerdekaan indonesia yang dimaksud dengan penjajahan adalah suatu usaha yang
dilakukan untuk menaklukan daerah tertentu, terutamanya menggunakan cara
kekerasan. Namun sekarang bentuk penjajahan berubah menjadi sebuah bentuk yang
lebih halus, dan bahkan kita sendiri tidak merasa terjajah. Di jaman sekarang
penjajahan dimulai dengan menyerang suatu nilai-nilai di kehidupan kita yang
mana nilai-nilai tersebut kemudian menjadi suatu budaya, jika sudah menjadi
suatu budaya kita akan sulit terlepas dari nilai-nilai tersebut dan kita akan
terus bergantung pada sesuatu tersebut.
Semisal handphone, kita tinjau pada kondisi kekinian hampir
semua masyarakat indonesia mempunyai minimal sebuah handphone, namun apakah
kita benar menggunakan handphone itu sesuai dengan esensinya? Kebanyakan dari
mereka menggunakan untuk main media sosial, main game, menonton film, atau
fitur multimedia lainya, meskipun masih ada yang masih menggunakan handphone
sesuai dengan esensinya. Apalagi generasi muda sekarang hampir tidak bisa lepas
dari yang namanya handphone, mereka lebih resah jika baterai mereka habis dan
lupa membawa powerbank di bandingkan mulai lunturnya nilai toleransi beragama
di negara ini. Mengapa ketergantungan bisa saya sebut suatu penjajahan jenis
baru, karena dengan ketergantungan ini kita pasti akan menginkan sesuatu yang
lebih dan lebih, dan cendrung susah untuk berhenti, semisalnya kasus handphone
atau gadget, remaja kita cenderung merengek ke orang tuanya untuk dibelikan handphone
atau gadget keluaran terbaru hanya karena temannya sebayanya memiliki gadget
yang lebih baru dari kepunyaanya. Kondisi inilah yang menyebabkan generasi muda
kita jauh lebih konsumtif dan cenderung hedonis. Hal ini memang bisa
menguntungkan bagi produser handphone atau gadget, namun ironisnya kebanyakan
mereka adalah bangsa-bangsa asing.
Sepertinya generasi kekinaan sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan karena jurang pemisahnya yang kan hari kian
menipis. Bisa dibayangkan jika generasi sekarang memiliki budaya yang
konsumtif, hedonis, dll maka bagaimana nasib negara ini di esok hari kelak yang
mana generasi sekarang menjadi pemegang tongkat estafet jalannya negeri ini. Memang
masih ada beberapa pemuda yang memiliki rasa nasionalis tinggi, tidak konsumtif
maupun hedonis. Namun jumlah mereka teramat kecil, dan tidak mampu untuk
merubah keaadan yang telah menjadi sebuah kebudayaan baru. Semoga keresahan ini dapat bermanfaat
DIVERSIFKASI ENERGI DEMI MEWUJUKAN KEMERDEKAAN ENERGI DEMI MEWUJUDKAN KEDAULATAN BANGSA (final)
Sambungan dari yang kemarin
![]() |
| sumber gambar |
Kesimpulan
Strategi
untuk mencapai kedaulatan dapat di
tempuh dengan diversifikasi energy meraih
Kedaulatan Dengan Diversifikasi.
Karena dengan diversifikasi ini dapat
mengurangi ketergantungan kita akan kebutuhan minyak yang jumlah ketersediannya semakin hari
semakin menipis, maka diversifikas haru
s segara dilaksanakan dikarenakan program ini lebih
memberikan keuntungan yaitu kesehatan lingkungan, terjamin stabilitas
pembangunan, dan dapat menjamin pasokan . Program diversifikasi ini dapat
segera dilakukan dengan empat langkah yaitu: menentukan target waktu dyang
lebih cepat untuk segera memulai program ini karena dikawatirkan cadangan BBM
akan segara habis sebelum program ini berjalan seluhurnya, kedua memberikan
intesif dan regulasi yang mendukung perubahan sumber BBM. Karena untuk dapat merealisasikan
program ini pemerintah perlu memberikan intensif untuk pengalihan ini, yang ketiga dengan penguasaan dan
optimalisasi teknologi, serta yang terakhir dengan desentralisasi pengelolaan ,
yang mana dapat memberikan banyak keuntungan seperti: turunnya harga jual,
tidak mudah terganggu jika ada suatu gangguan pengelolaan energy. Salah satu
cara diversifikasi energy adalah dengan optimalisasi potensi gas alam sebagai
pengganti minyak bumi yang semakin menipis. Dan salah satu pemanfaatan gas alam
adalah penggunaan untuk pembangkit Listrik. Dengan penggunaan gas alam sebagai sumber energy pembangkit
listrik maka akan sangat membantu mencapai kedaaulatan , karena energy listrik
dapat digunakan untuk mendiversifikasikan sumber energy yang lain seperti
penggunaan untuk transportasi umum menggantikan sumber enrgi dari minyak, dan
energy listrik ini aman dari fluktuasi harga BBM. Apalagi sekarang telah
ditemukan CCGT suatu pembangkit listrik dengan efisiensi hingga mencapai 80%,
dan juga faktor bahwa indonesia masih krisis
listrik sehingga terpaksa mengimpor dari negara tetangga.
Maksimalkan potensi energy dalam negeri. Banyak sekali kerugian
negara diakibatkan liberalisasi , banyak perusahaan asing yang menguasai
sebagian besar dari sumber-sumber yang
ada di indonesia, dan hanya sedikit dari hasil eksploitasi ini yang kembali
untuk indonesia, ironisnya proses eksplotasi sumber kekayaan indonesia ini
dilakukan sejak lama. Oleh karena itu segera hentikan liberalisasi ini untuk menghindari kerugian negara lebih
banyak lagi. Hal ini tak lepas karena indonesia belum mampu untuk memproses
minyak mentah menjadi minyak jadi yang siap dipasarkan sehingga perlu bekerja
sama dengan pihak luar negeri, oleh sebabnya pemerintah dirasa perlu
meningkatkan SDM antara lain dengan membentuk para ilmuwan-ilmuwan baru yang
bisa memproses energy yang terkandung menjadi energy yang siap dijual,
pemertintah juga harus membangun tempat pemrosesan minyak di indonesia. Dengan
meningkatkan SDM maka tidak perlu bantuan negara lain untuk mengelola sumber
energy misalnya minyak, sehingga hasil energy yang bisa dimanfaatkan oleh
indonesia lebih banyak daripada jika harus bekerja sama dengan pihak luar
negeri.
Jika kemandirian energy telah
terpenuhui maka bangsa indonesia ini akan menjadi bangsa yang berdaulat karena
semua kebutuhan bangsa ini akan terpenuhui jika bangsa ini sudah mampu
swasembada energy, tidak bergantung dari negara lain, tidak terpengaruh
fluktuasi harga minyak dunia, dan tidak kawatir akan menipisnya cadangan minyak,
dikarenakan telah menemukan sumber baru.
Maka salah satu cita-cita bangsa indonesia telah terwujud yaitu memajukan
kesejaterahaan umum.
Saran
Adapun saran yang dapat penulis
berikan adalah percepat Diversifikasi energy,
manfaatkan sumber daya alam indonesia dengan optimal, dan jangan biarkan
kekayaan bangsa ini terus-terusan diambil bangsa lain dengan cara meningkatkan
SDM agar mampu mengelola sendiri energinya tanpa campur tangan negara lain
Sekian
Khalid, abu, S.Si, dkk Serba-Serbi Enegi, Bunga
Rampai Dari Negeri Sakura, Ganesha, bandung 2006
Undang-Undang Dasar 1945
Rensentra KESDM 2010-2014
http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/6583-pemerintah-akan-import-listrik-50-mw-dari-malaysia.html
Undang-Undang no 22 Tahun 2001 tentang minyak
dan gas bumi
PGN inside Edisi 59
DIVERSIFKASI ENERGI DEMI MEWUJUKAN KEMERDEKAAN ENERGI DEMI MEWUJUDKAN KEDAULATAN BANGSA (4)
lanjutan dari postingan kemarin
![]() | |
| ilustrasi pemanfaatan gas alam sebagai sumber listrik sumber gambar |
Optimalisaassi Gas Alam Sebagai Pembangkit Listrik
Sebagai sumber , pemanfaatan gas alam
yang paling umum digunakan adalah sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
Teknologinya terus dikembangkan hingga efisiensinya mencapai 85% dengan
menggunakan teknologi CCGT (combined-cycle
gas turbine). Jauh berbeda dengan menggunakan motor bakar yang efisiensinya
hanya mencapai 20-30%. Prinsip kerja CCGT adalah penggabungan antara turbin uap
(steam turbine) dan turbin gs (gas turbine). Pada PLTU konvensional (Fired Plant) menggunakan batu bara, gas,
ataupun minyak untuk memanaskan air menjadi uap. Kemudian uap dialirkan untuk
memutar turbin, dan putaran dari turbin tersebut akan menghasilkan listrik. Pada CCGT udara dari kompresor
bercampur dengan bahan bakar gas yang selanjutnya dibakar untuk memutar turbin
gas. Pada proses ini menghasilkan
listrik dan panas buangan. Panas buangan digunakan untuk memanaskan air
agar menjadi uap dan uap akan memutar turbin sehingga akan dihasilkan listrik tambahan. Hal ini menyebabkan nilai
efisiensi dari CCGT sangat tinggi.
Mengapa negara ini harus melakukan pemanfataan gas alam untuk
produksi listrik? Selain karrena gas alam yang ada di indonesia sangat melimpah
namun penggunannya sangat terbatas. Sangat disayangkan jika gas alam yang
berlimpah tersebut dijual dengan nilai yang sangat rendah. Dan juga kita
menemuhui sebuah wacana bahwa pemerintah akan mengimpor listrik dari negara
tetangga. Dengan dalih penghematan. Seharusnya untuk melakukan penghematan
negara ini harus swasembada kalau masih
ada sisanya barulah kita ekspor ke negara lain, bukannya kita mengekspor ke negara lain namun dalam negeri belum tercukupi. Dibanding
sumber fosil lainya PLTG secara umum
menghasilkan polusi udara yang paling kecil dan tingkat konversi panas yang paling
baik. Dibandingkan PLT minyak ataupun diesel PLT gas lebih ramah lingkungan,
dibandingkan dengan PLT batubara, PLT gas masih lebih kompetitif karena
meskipun harga gas lebih mahal, investasi awal PLT gas lebih murah dan waktu
pembangunan konstruksi lebih singkat, menghasilkan return of investment (ROI) yang kompetitif. Dibandingkan dengan PLT
tenaga nuklir, PLT gas memang memiliki efek polusi udara yang lebih buruk,
namun PLT gas memiliki resiko finansial yang lebih kecil, dan performa
finansial yang lebih baik. Dimana PLT nuklir memerlukan investasi awal yang
sangat tinggi dan waktu pembangunan yang lebih lama bahkan hampir dua kali
lipat lama. Serta PLT nuklir memiliki resiko pencemaran lingkungan yang sangat
tinggi jika terjadi kebocoran atau kesalahan oprasional.
Kecenderungan harga dari
fosil yang terus merangkak naik, dan semakin menipisnya ketersediaannya maka
mengharuskan kita untuk memikirkan kembali kebijakan nasional saat ini yang mencari alternative terjangkau baik dengan cara
menfokuskan diri pada konversi yang paling sedikit pemborosannya atau yang
paling efisien utilitasnya, yaitu
listrik. Hal ini menuntut kita untuk menggantikan atau paling tidak
menggurangi penggunaan peralatan atau kendaraan menggunakan proses pembakaran
dalam (internal combustion) yang
efisiensinya rendah. Termasuk penggunaan transportasi public menggunakan tenaga
listrik. Keunggulan listrik adalah sumber
bahan bakarnya yang umumya terdiversifikasi secara baik (gas, batubara, hidro)
dibandingkan dengan moor bakar yang hanya terpaku pada bahan bakar yang
sejenis. Jika harga minyak dan gas mahal, bahan bakar alternative dapat
digunakan. Hal tersebut membuat listrik
relative aman dari gangguan yang berarti pada saat BBM berfluktuasi seperti
saat ini, apalagi dengan keputusan pemerintah yang telah menghilangkan subsidi
harga BBM maka dipastikan harga BBM akan terus berfluktuasi seusai dengan
keadaan pasar, jumlah kebutuhan, dan nilai tukar dolar terhadap rupiah.
Hentikan Liberalisasi
Berbagai strategi untuk mencapai kemandirian telah dibahas di atas namun hal-hal tersebut
akan terasa sia-sia jika sumber sebagian
besar tidak kita kelola sendiri tapi dikelola oleh bangsa lain, dan hanya
sedikit bagian dari potensi yang ada
yang dapat dimanfaatkan oleh indonesia sedangkan sebagian besar dinikmati
negara lain hal ini sepertinya didukung oleh negara dengan dikeluarkannya uu no
22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Terutama pada pasal 14 memberikan
kebebasan pada badan usaha tetap untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi
selama 30 tahun dan dapat diperpanjang lagi hingga 20 tahun.
Hal ini sangat merugikan bangsa indonesia. Misalnya saja
blok Mahakam salah satu ladang gas terbesar di Indonesia. Saat ini
rata-rata produksinya sekitar 2000 juta kaki kubik perhari. Angka ini sama
dengan 344.000 barel oil equivalen perhari. Cadangan terkandung dalam Blok ini
sekitar 27 trilyun cubic feet (tcf). Sejak 1970 hingga 2011, sekitar 50% (13,5
Tcf) cadangan telah dieksploitasi oleh pihak asing. Blok Mahakam memiliki
potensi pendapatan kotor hingga angka 100 Milliar dollar Amerika. Dengan
cadangan gas yang masih sekitar 12,5 tcf dan harga gas international yang terus
naik maka Blok mahakam sangat berpotensi menjadi sumber devisa dengan pendapat
187 Milliar Dollar Amerika atau sekitar Rp 1700 Trilyun. Faktanya semua angka
itu justru menjadi santapan pihak asing dibandingkan menguntungkan negara
sendiri. Pengelolaan Blok Mahakam sendiri di tanda
tangani diatas kontrak kerja sama (KKS) antara pemerintah Indonesia dengan
Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation dari Jepang pada 31 Maret 1967.
Kontrak yang seharusnya berakhir pada 31 Maret 1997 tiba-tiba diperpanjang lagi
hingga 31 Maret 2017. Itu
hanya untuk satu blok Mahakam saja sedangkan di indoneisa ini ada berapa banyak
blok minyak yang dikuasai oleh pihak asing. Untuk sektor minyak saja, 67%
lahan minyak dikuasai asing, 21 % kerja sama dengan perusahaan asing dan
sisanya untuk perusahaan nasional. Dari total 225 blok migas yang dikelola
kontraktor kontrak kerja sama non-Pertamina, 120 blok dioperasikan perusahaan
asing, 28 blok dioperasikan perusahaan nasional dan sekitar 77 blok
dioperasikan perusahaan gabungan asing dan lokal. Pemerintah melalui Dirjen
Migas Kementrian ESDM menargetkan porsi operator oleh perusahaan nasional
mencapai 50 % pada 2025, saat ini porsi operator nasional hanya 25 %, sementara
75% dikuasai asing. Sudah terbayangkan berapa banyak jumlah kerugian bangsa ini
akibat liberalisasi .
Sementara
di sektor dari batubara, Indonesia yang
menurut data British Petroleum Statistical Review hanya memiliki cadangan batu
bara 0,5 % dari stok batu bara dunia (cadangan batu bara Indonesia hanya 4,3
miliar ton) menjadi pemasok utama batubara China. Tahukah kita berapa cadangan
batubara China? Cadangan batubara China adalah 13,9 % total cadangan dunia,
atau sebanyak 114,5 miliar ton. China dan India memang termasuk dua negara yang
sangat agresif mencari alternatif sumber daya pengganti minyak di luar negeri,
sementara cadangan migas dan sumber daya mineral tambang mereka sengaja mereka
simpan. Perusahaan China dan India masuk menguasai tambang kecil dengan
membiayai perusahaan tambang lokal yang kesulitan pendanaan.
Produksi batubara Indonesia saat ini adalah 340 juta ton per tahun, 240 juta ton dari jumlah tersebut di ekspor. Jika ini berlanjut terus, cadangan batubatra Indonesia akan habis dalam 20 tahun. Artinya Indonesia yang saat ini memasok minyak dan batubara untuk negara-negara besar suatu saat akan kehabisan cadangan nya dan menjadi importir minyak sekaligus batubara. Sungguh sangat ironis sekali. Jika kita membahas pertambangan mineral Indonesia oleh pihak asing, kita tak bisa melewatkan PT Freeport Indonesia (dengan penguasaan Freeport McMorRan Copper & Gold Corp. sebesar 81,28% di dalamnya). Perusahaan ini sempat menambang emas dengan izin tambang tembaga dalam rentang waktu yang cukup lama. Saat ini, Indonesia memperoleh kurang dari 1% dari apa yang dihasilkan Freeport mengeruk bumi Papua. Perusahaan asing dan kerja sama lainnya yang merogoh cadangan batubara dan mineral Indonesia antara lain; PT Newmont Nusa Tenggara (PT Newmont Mining Corp menguasai 80% perusahaan), PT INCO (kepemilikan asing; Vale Canada Limited 58,73 % dan Sumitomo Mining Co. Ltd 20,09 %), PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (Banpu Public Company Ltd menguasai 73,22 %), PT Singlurus Indonesia (Lanna Resources Public Co Ltd menguasai 65 %), PT Lanna Harita Indonesia (Lanna Resources Public Co Ltd menguasai 55 %), PT Bahari Cakrawala Sebuku (Straits Resources Ltd menguasai 100%).
Produksi batubara Indonesia saat ini adalah 340 juta ton per tahun, 240 juta ton dari jumlah tersebut di ekspor. Jika ini berlanjut terus, cadangan batubatra Indonesia akan habis dalam 20 tahun. Artinya Indonesia yang saat ini memasok minyak dan batubara untuk negara-negara besar suatu saat akan kehabisan cadangan nya dan menjadi importir minyak sekaligus batubara. Sungguh sangat ironis sekali. Jika kita membahas pertambangan mineral Indonesia oleh pihak asing, kita tak bisa melewatkan PT Freeport Indonesia (dengan penguasaan Freeport McMorRan Copper & Gold Corp. sebesar 81,28% di dalamnya). Perusahaan ini sempat menambang emas dengan izin tambang tembaga dalam rentang waktu yang cukup lama. Saat ini, Indonesia memperoleh kurang dari 1% dari apa yang dihasilkan Freeport mengeruk bumi Papua. Perusahaan asing dan kerja sama lainnya yang merogoh cadangan batubara dan mineral Indonesia antara lain; PT Newmont Nusa Tenggara (PT Newmont Mining Corp menguasai 80% perusahaan), PT INCO (kepemilikan asing; Vale Canada Limited 58,73 % dan Sumitomo Mining Co. Ltd 20,09 %), PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (Banpu Public Company Ltd menguasai 73,22 %), PT Singlurus Indonesia (Lanna Resources Public Co Ltd menguasai 65 %), PT Lanna Harita Indonesia (Lanna Resources Public Co Ltd menguasai 55 %), PT Bahari Cakrawala Sebuku (Straits Resources Ltd menguasai 100%).
“Penjajahan” nasional oleh asing ini tak lepas dari
kebijakan blunder pemerintah yang mengubah bentuk pengelolaan sumber daya
strategis menjadi berdasarkan jenis usaha. Akibatnya, sumber daya mineral,
batubara dan migas diperlakukan sebagai komoditas. Peran negara mengontrol
penggunaan sumber daya itu otomatis hilang. Jika dahulu kontrak tambang harus
disetujui Presiden dan DPR, sekarang tidak lagi, demikian pendapat Direktur
Eksekutif Masyarakat Batubara Indonesia, Singgih Widagdo.





