You Know Nothing


Sabtu, 25 februari 2016 tidak ada yang berbeda dengan hari-hari lainnya, seperti weekend pada umumnya saya memilih sedikit rehat dari aktivitas perkuliahan yang membelenggu. Kegiataan weekend tersebut lebih banyak saya gunakan untuk membaca beberapa buku, apalagi saya punya buku baru yang berjudul “mind treveler” karangan Febriani ka putri salah satu teman saya ketika sempat kursus di pare, 
Buku Mind Travel
selain itu saya gunakan nongkrong di warung kopi bersama rekan-rekan dari karang taruna untuk membahas rencana rapat kerja,
setelah selesai nongkrong saya mendengar berita bahwa akan ada kesenian “jaranan campursari” atau biasa disebut orang-orang mojokerto dengan istilah “bantengan” yang di laksanakan oleh padepokan eyang macan putih balongkrai, mojokerto. Beberapa rekan saya mengajak untuk menyaksikan kesenian tersebut, saya iyakan saja ajakan rekan-rekan tersebut, saya sampai lokasi pertunjukan sekitar pukul 23.00 dan acara bantengan tersebut telah dimulai ditandai dengan ramainya warga berkumpul untuk menyaksikan acara kesenian tersebut tua, muda, laki-laki, ataupun perempuan hadir untuk menyaksikan acara tersebut terlihat sekilas dari wajah mereka seperti sedikit melupakan persoalan sehari-hari dan memutuskan menikmati malam itu
Pada saat saya datang acaranya adalah beberapa orang melakukan tarian tradisional, jujur saja saya tidak tahu tujuan dari kegiatan tersebut, namun saya tanyakan pada beberapa penonton disekitar saya ternyata tujuan dari kegiatan melakukan tarian tradisional tersebut untuk memanggil beberapa arwah-arwah jin dari zaman majapahit, entahlah? Saya tidak mempercayai betul, tapi juga tidak menutup mata akan hal itu, sebagian besar penari tradisonal tersebut memakan dupa yang menyala tanpa satupun merasa aneh ataupun terksisa olehnya.

Hingga pada sekitar pukul 00.30 dikeluarkan beberapa properti seperti kepala reog, dan beberapa kostum yang menyerupai banteng, lalu mereka menari di dalam arena pertunjukan selama beberapa saat, setelah itu muncul lah seorang sepertinya lakon utama, dia masuk arena pertunjukan lalu ada beberapa orang yang membawa pecut dan meghentakannya ke tanah bahkan sempat mengenai orang tersebut, lalu orang tersebut seperti kemasukan arwah mahluk lain dan melakukan kegiatan yang menurut saya tidak dapat di cerna oleh akal, orang tersebut memakan lampu neon, sebelumnya saya sempat melihat beberapa atraksi serupa bahkan lebih ekstrim melalui televisi ataupun youtube, namun kali ini saya dapat menyaksikannya langsung ia lumat habis lampu neon tersebut hingga pecah berkeping-keping dan habis dimakannya, saya juga menyaksikan adanya percikan darah pada badan orang tersebut, dan anehnya orang tersebut tidak merasa tersiksa sama sekali bahkan sangat menikmati momen tersebut, entah kenapa?
Acara bantengan
Di malam ini ada beberapa kejadian yang menurut saya susah untuk dinalar seperti orang dengan mudahnya mengangkat topeng reog yang ukurannya sangat besar dan kemungkinan juga berat, hingga kegiatan orang memakan neon dan dupa. Entalah mungkin karena bantuan mahluk lain atau adanya rahasia lain, hingga izin dari tuhan yang memang mebiarkan orang tersbut baik saja meskipun melakukan hal yang tidak masuk akal, karena hidup itu tidak cuma kuliah, dan bersenang-senang saja masih banyak hal lain yang belum saya ketahui.
You know nothing, john snow*
*kutipan dari serial games of thrones
28 Feb 2017
Posted by fahmi haqqi

Time Warping

Jam berdetak sangat cepat bahkan terasa lebih cepat dari biasanya karena  pada saat itu saya sangat menikmati momen tersebut, sebenarnya momen tersebut biasa saja karena pada saat itu saya gunakan untuk nongkrong di suatu cafe di sidoarjo, ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa pada saat itu saya mersa mengalami time warping pertama karena pembahasan ngobrol kali ini, berikutnya partner ngobrol saya pada saat itu.
Pada saat itu kita ngbrol ngalor-ngidul  seperti orang yang sedang nongkrong pada umumnya kita membahas semua hal yang terlintas di pikiran kita masing-masing, mulai dari pertanyaan basa-basi seperti bagaimana kabar masing-masing maklum kita berdua sudah hampir 1 tahun tidak bertemu. Kita membahas kesibukan masing-masing selama satu tahun ke belakang, membahas liburan yang telah kita lakukan masing-masing dia menceritakan pengalamannya mendaki gunung semeru yang di lakukannya beberapa waktu yang lalu, dan pembahasan lainnya baik hal yang penting hingga hal-hal sepele. Tanpa terasa sudah hampir 2 jam kita duduk di cafe tersebut yang  ditandai dengan kosongnya masing-masing dari gelas kami.

ilustrasi sumber gambar


Selain itu yang membuat waktu terasa cepat adalah partner ngobrol saya pada saat itu, meskipun kita sudah hampir 1 tahun tidak bertemu namun pada saat itu tiada nampak rasa canggung sedikit pun, obrolan kita mengalir dengan lancarnya seperti derasnya sungai di pegunungan, berbeda saat kita mengobrol di media sosial. Dari pertemuan kali itu saya baru mengetahui kalau dia juga memiliki hobi menulis namun sayangnya saya tidak pernah tahu hasil dari tulisannya karena dia memilih menulis untuk konsumsi pribadi dan di tulis di diary, berbeda dengan saya yang lebih mempublish tulisan saya melalui blog (meskipun tidak intens juga), selain itu berdasar ceritanya dia juga merupakan guru yang baik, dia peduli terhadap lingkungan sekitar pada saat kita menghabiskan minuman kita, dan bahasan untuk di obrolkan belum terasa habis maka kita putuskan untuk pergi ke suatu alon-alon untuk mencari suasana baru dalam mengobrol,ketika kita akan duduk di suatu kursi yang ada dia mendapati sebuah sampah plastik dan tanpa dikomandoi dia langsung berinisiatif mencari tempat sampah dan membuang sampah plastik tersebut ke dalamnya, ah itu merupakan suatu modal untuk menjadi ibu yang baik di masa mendatang.

Setelah puas becrengkama selama beberapa jam maka obrolan kita pada saat itu terpaksa kita sudahi dan kebetulan juga angka menunjukan sekitar pukul 22.00 wib, setelah berakhirnya pertemuan itu saya putuskan untuk kembali kerumah mempersiapkan hari esok dimana saya masih ada tanggung jawab untuk mengikuti pelatihan WI (Welding Inspector), meskipun kejadian ini sudah terjadi hampir beberapa hari kemarin saya masih ingat semua hal yang mewarnai malam itu, paling tidak saya mengingatnya hingga saya menulis ini ah memang aneh pikiran manusia kadang kala kita memerlukan sesuatu yang harus kita ingat tapi sangat susah sekali kita ingat (Semisal materi kuliah hehe) sedangkan ada hal-hal sepela malah kita tidak bisa melupakan itu.

6 Mei 2016
Posted by fahmi haqqi

Penjajahan Era Baru

ilustrasi sumber gambar
Seiring berjalanya waktu, perubahan jaman pun terasa jelas perubahannya, salah satu perubahan jaman adalah dahulu handphone masih menjadi suatu kebutuhan tersier, namun belakangan ini handphone bukan hanya jadi kebutuhan  tersier melainkan sudah bisa di katakan sebagai suatu kebutuhan priemer khususnya bagi masyarakat urban. Perubahan yang terasa jelas yaitu tentang penjajahan kalau jaman dahulu di jaman sebelum kemerdekaan indonesia yang dimaksud dengan penjajahan adalah suatu usaha yang dilakukan untuk menaklukan daerah tertentu, terutamanya menggunakan cara kekerasan. Namun sekarang bentuk penjajahan berubah menjadi sebuah bentuk yang lebih halus, dan bahkan kita sendiri tidak merasa terjajah. Di jaman sekarang penjajahan dimulai dengan menyerang suatu nilai-nilai di kehidupan kita yang mana nilai-nilai tersebut kemudian menjadi suatu budaya, jika sudah menjadi suatu budaya kita akan sulit terlepas dari nilai-nilai tersebut dan kita akan terus bergantung pada sesuatu tersebut. 

Semisal handphone, kita tinjau pada kondisi kekinian hampir semua masyarakat indonesia mempunyai minimal sebuah handphone, namun apakah kita benar menggunakan handphone itu sesuai dengan esensinya? Kebanyakan dari mereka menggunakan untuk main media sosial, main game, menonton film, atau fitur multimedia lainya, meskipun masih ada yang masih menggunakan handphone sesuai dengan esensinya. Apalagi generasi muda sekarang hampir tidak bisa lepas dari yang namanya handphone, mereka lebih resah jika baterai mereka habis dan lupa membawa powerbank di bandingkan mulai lunturnya nilai toleransi beragama di negara ini. Mengapa ketergantungan bisa saya sebut suatu penjajahan jenis baru, karena dengan ketergantungan ini kita pasti akan menginkan sesuatu yang lebih dan lebih, dan cendrung susah untuk berhenti, semisalnya kasus handphone atau gadget, remaja kita cenderung merengek ke orang tuanya untuk dibelikan handphone atau gadget keluaran terbaru hanya karena temannya sebayanya memiliki gadget yang lebih baru dari kepunyaanya. Kondisi inilah yang menyebabkan generasi muda kita jauh lebih konsumtif dan cenderung hedonis. Hal ini memang bisa menguntungkan bagi produser handphone atau gadget, namun ironisnya kebanyakan mereka adalah bangsa-bangsa asing. 

Sepertinya generasi kekinaan sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan karena jurang pemisahnya yang kan hari kian menipis. Bisa dibayangkan jika generasi sekarang memiliki budaya yang konsumtif, hedonis, dll maka bagaimana nasib negara ini di esok hari kelak yang mana generasi sekarang menjadi pemegang tongkat estafet jalannya negeri ini. Memang masih ada beberapa pemuda yang memiliki rasa nasionalis tinggi, tidak konsumtif maupun hedonis. Namun jumlah mereka teramat kecil, dan tidak mampu untuk merubah keaadan yang telah menjadi sebuah kebudayaan baru. Semoga keresahan ini dapat bermanfaat
5 Agu 2015
Posted by fahmi haqqi

DIVERSIFKASI ENERGI DEMI MEWUJUKAN KEMERDEKAAN ENERGI DEMI MEWUJUDKAN KEDAULATAN BANGSA (final)

Sambungan dari yang kemarin 
sumber gambar
 
Kesimpulan
Strategi untuk mencapai kedaulatan  dapat di tempuh dengan diversifikasi energy meraih Kedaulatan  Dengan Diversifikasi. Karena dengan diversifikasi ini dapat mengurangi ketergantungan kita akan kebutuhan  minyak yang jumlah ketersediannya semakin hari semakin menipis, maka diversifikas  haru s segara dilaksanakan dikarenakan program ini lebih memberikan keuntungan yaitu kesehatan lingkungan, terjamin stabilitas pembangunan, dan dapat menjamin pasokan . Program diversifikasi ini dapat segera dilakukan dengan empat langkah yaitu: menentukan target waktu dyang lebih cepat untuk segera memulai program ini karena dikawatirkan cadangan BBM akan segara habis sebelum program ini berjalan seluhurnya, kedua memberikan intesif dan regulasi yang mendukung perubahan sumber  BBM. Karena untuk dapat merealisasikan program ini pemerintah perlu memberikan intensif untuk pengalihan  ini, yang ketiga dengan penguasaan dan optimalisasi teknologi, serta yang terakhir dengan desentralisasi pengelolaan , yang mana dapat memberikan banyak keuntungan seperti: turunnya harga jual, tidak mudah terganggu jika ada suatu gangguan pengelolaan energy. Salah satu cara diversifikasi energy adalah dengan optimalisasi potensi gas alam sebagai pengganti minyak bumi yang semakin menipis. Dan salah satu pemanfaatan gas alam adalah penggunaan untuk pembangkit Listrik. Dengan penggunaan gas alam sebagai sumber energy pembangkit listrik maka akan sangat membantu mencapai kedaaulatan , karena energy listrik dapat digunakan untuk mendiversifikasikan sumber energy yang lain seperti penggunaan untuk transportasi umum menggantikan sumber enrgi dari minyak, dan energy listrik ini aman dari fluktuasi harga BBM. Apalagi sekarang telah ditemukan CCGT suatu pembangkit listrik dengan efisiensi hingga mencapai 80%, dan juga faktor bahwa indonesia masih krisis  listrik sehingga terpaksa mengimpor dari negara tetangga. Maksimalkan potensi energy dalam negeri. Banyak sekali kerugian negara diakibatkan liberalisasi , banyak perusahaan asing yang menguasai sebagian besar dari sumber-sumber  yang ada di indonesia, dan hanya sedikit dari hasil eksploitasi ini yang kembali untuk indonesia, ironisnya proses eksplotasi sumber kekayaan indonesia ini dilakukan sejak lama. Oleh karena itu segera hentikan liberalisasi  ini untuk menghindari kerugian negara lebih banyak lagi. Hal ini tak lepas karena indonesia belum mampu untuk memproses minyak mentah menjadi minyak jadi yang siap dipasarkan sehingga perlu bekerja sama dengan pihak luar negeri, oleh sebabnya pemerintah dirasa perlu meningkatkan SDM antara lain dengan membentuk para ilmuwan-ilmuwan baru yang bisa memproses energy yang terkandung menjadi energy yang siap dijual, pemertintah juga harus membangun tempat pemrosesan minyak di indonesia. Dengan meningkatkan SDM maka tidak perlu bantuan negara lain untuk mengelola sumber energy misalnya minyak, sehingga hasil energy yang bisa dimanfaatkan oleh indonesia lebih banyak daripada jika harus bekerja sama dengan pihak luar negeri.

Jika kemandirian energy telah terpenuhui maka bangsa indonesia ini akan menjadi bangsa yang berdaulat karena semua kebutuhan bangsa ini akan terpenuhui jika bangsa ini sudah mampu swasembada energy, tidak bergantung dari negara lain, tidak terpengaruh fluktuasi harga minyak dunia, dan tidak kawatir akan menipisnya cadangan minyak, dikarenakan telah menemukan sumber  baru. Maka salah satu cita-cita bangsa indonesia telah terwujud yaitu memajukan kesejaterahaan  umum.

Saran
Adapun saran yang dapat penulis berikan adalah percepat Diversifikasi energy, manfaatkan sumber daya alam indonesia dengan optimal, dan jangan biarkan kekayaan bangsa ini terus-terusan diambil bangsa lain dengan cara meningkatkan SDM agar mampu mengelola sendiri energinya tanpa campur tangan negara lain

Sekian


DAFTAR PUSTAKA
Khalid, abu, S.Si, dkk Serba-Serbi Enegi, Bunga Rampai Dari Negeri Sakura, Ganesha, bandung 2006
Undang-Undang Dasar 1945
Rensentra KESDM 2010-2014
 http://www.esdm.go.id/berita/listrik/39-listrik/6583-pemerintah-akan-import-listrik-50-mw-dari-malaysia.html
Undang-Undang no 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi
PGN inside Edisi 59

19 Jul 2015
Posted by fahmi haqqi

DIVERSIFKASI ENERGI DEMI MEWUJUKAN KEMERDEKAAN ENERGI DEMI MEWUJUDKAN KEDAULATAN BANGSA (4)


lanjutan dari postingan kemarin
ilustrasi pemanfaatan gas alam sebagai sumber listrik sumber gambar

Optimalisaassi Gas Alam Sebagai Pembangkit Listrik
Sebagai sumber , pemanfaatan gas alam yang paling umum digunakan adalah sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Teknologinya terus dikembangkan hingga efisiensinya mencapai 85% dengan menggunakan teknologi CCGT (combined-cycle gas turbine). Jauh berbeda dengan menggunakan motor bakar yang efisiensinya hanya mencapai 20-30%. Prinsip kerja CCGT adalah penggabungan antara turbin uap (steam turbine) dan turbin gs (gas turbine). Pada PLTU konvensional (Fired Plant) menggunakan batu bara, gas, ataupun minyak untuk memanaskan air menjadi uap. Kemudian uap dialirkan untuk memutar turbin, dan putaran dari turbin tersebut akan menghasilkan  listrik. Pada CCGT udara dari kompresor bercampur dengan bahan bakar gas yang selanjutnya dibakar untuk memutar turbin gas. Pada proses ini menghasilkan  listrik dan panas buangan. Panas buangan digunakan untuk memanaskan air agar menjadi uap dan uap akan memutar turbin sehingga akan dihasilkan  listrik tambahan. Hal ini menyebabkan nilai efisiensi dari CCGT sangat tinggi.

Mengapa negara ini harus melakukan pemanfataan gas alam untuk produksi listrik? Selain karrena gas alam yang ada di indonesia sangat melimpah namun penggunannya sangat terbatas. Sangat disayangkan jika gas alam yang berlimpah tersebut dijual dengan nilai yang sangat rendah. Dan juga kita menemuhui sebuah wacana bahwa pemerintah akan mengimpor listrik dari negara tetangga. Dengan dalih penghematan. Seharusnya untuk melakukan penghematan negara ini harus swasembada  kalau masih ada sisanya barulah kita ekspor ke negara lain, bukannya kita mengekspor  ke negara lain namun  dalam negeri belum tercukupi. Dibanding sumber  fosil lainya PLTG secara umum menghasilkan polusi udara yang paling kecil dan tingkat konversi panas yang paling baik. Dibandingkan PLT minyak ataupun diesel PLT gas lebih ramah lingkungan, dibandingkan dengan PLT batubara, PLT gas masih lebih kompetitif karena meskipun harga gas lebih mahal, investasi awal PLT gas lebih murah dan waktu pembangunan konstruksi lebih singkat, menghasilkan return of investment (ROI) yang kompetitif. Dibandingkan dengan PLT tenaga nuklir, PLT gas memang memiliki efek polusi udara yang lebih buruk, namun PLT gas memiliki resiko finansial yang lebih kecil, dan performa finansial yang lebih baik. Dimana PLT nuklir memerlukan investasi awal yang sangat tinggi dan waktu pembangunan yang lebih lama bahkan hampir dua kali lipat lama. Serta PLT nuklir memiliki resiko pencemaran lingkungan yang sangat tinggi jika terjadi kebocoran atau kesalahan oprasional.
Kecenderungan harga  dari fosil yang terus merangkak naik, dan semakin menipisnya ketersediaannya maka mengharuskan kita untuk memikirkan kembali kebijakan  nasional saat ini yang mencari  alternative terjangkau baik dengan cara menfokuskan diri pada konversi yang paling sedikit pemborosannya atau yang paling efisien utilitasnya, yaitu  listrik. Hal ini menuntut kita untuk menggantikan atau paling tidak menggurangi penggunaan peralatan atau kendaraan menggunakan proses pembakaran dalam (internal combustion) yang efisiensinya rendah. Termasuk penggunaan transportasi public menggunakan tenaga listrik. Keunggulan  listrik adalah sumber bahan bakarnya yang umumya terdiversifikasi secara baik (gas, batubara, hidro) dibandingkan dengan moor bakar yang hanya terpaku pada bahan bakar yang sejenis. Jika harga minyak dan gas mahal, bahan bakar alternative dapat digunakan. Hal tersebut membuat  listrik relative aman dari gangguan yang berarti pada saat BBM berfluktuasi seperti saat ini, apalagi dengan keputusan pemerintah yang telah menghilangkan subsidi harga BBM maka dipastikan harga BBM akan terus berfluktuasi seusai dengan keadaan pasar, jumlah kebutuhan, dan nilai tukar dolar terhadap rupiah.

Hentikan Liberalisasi
Berbagai strategi untuk mencapai kemandirian  telah dibahas di atas namun hal-hal tersebut akan terasa sia-sia jika sumber  sebagian besar tidak kita kelola sendiri tapi dikelola oleh bangsa lain, dan hanya sedikit bagian dari potensi  yang ada yang dapat dimanfaatkan oleh indonesia sedangkan sebagian besar dinikmati negara lain hal ini sepertinya didukung oleh negara dengan dikeluarkannya uu no 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Terutama pada pasal 14 memberikan kebebasan pada badan usaha tetap untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi selama 30 tahun dan dapat diperpanjang lagi hingga 20 tahun.
Hal ini sangat merugikan bangsa indonesia. Misalnya saja blok Mahakam salah satu ladang gas terbesar di Indonesia. Saat ini rata-rata produksinya sekitar 2000 juta kaki kubik perhari. Angka ini sama dengan 344.000 barel oil equivalen perhari. Cadangan terkandung dalam Blok ini sekitar 27 trilyun cubic feet (tcf). Sejak 1970 hingga 2011, sekitar 50% (13,5 Tcf) cadangan telah dieksploitasi oleh pihak asing. Blok Mahakam memiliki potensi pendapatan kotor hingga angka 100 Milliar dollar Amerika. Dengan cadangan gas yang masih sekitar 12,5 tcf dan harga gas international yang terus naik maka Blok mahakam sangat berpotensi menjadi sumber devisa dengan pendapat 187 Milliar Dollar Amerika atau sekitar Rp 1700 Trilyun. Faktanya semua angka itu justru menjadi santapan pihak asing dibandingkan menguntungkan negara sendiri. Pengelolaan Blok Mahakam sendiri di tanda tangani diatas kontrak kerja sama (KKS) antara pemerintah Indonesia dengan Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation dari Jepang pada 31 Maret 1967. Kontrak yang seharusnya berakhir pada 31 Maret 1997 tiba-tiba diperpanjang lagi hingga 31 Maret 2017. Itu hanya untuk satu blok Mahakam saja sedangkan di indoneisa ini ada berapa banyak blok minyak yang dikuasai oleh pihak asing. Untuk sektor minyak saja, 67% lahan minyak dikuasai asing, 21 % kerja sama dengan perusahaan asing dan sisanya untuk perusahaan nasional. Dari total 225 blok migas yang dikelola kontraktor kontrak kerja sama non-Pertamina, 120 blok dioperasikan perusahaan asing, 28 blok dioperasikan perusahaan nasional dan sekitar 77 blok dioperasikan perusahaan gabungan asing dan lokal. Pemerintah melalui Dirjen Migas Kementrian ESDM menargetkan porsi operator oleh perusahaan nasional mencapai 50 % pada 2025, saat ini porsi operator nasional hanya 25 %, sementara 75% dikuasai asing. Sudah terbayangkan berapa banyak jumlah kerugian bangsa ini akibat liberalisasi .
Sementara di sektor  dari batubara, Indonesia yang menurut data British Petroleum Statistical Review hanya memiliki cadangan batu bara 0,5 % dari stok batu bara dunia (cadangan batu bara Indonesia hanya 4,3 miliar ton) menjadi pemasok utama batubara China. Tahukah kita berapa cadangan batubara China? Cadangan batubara China adalah 13,9 % total cadangan dunia, atau sebanyak 114,5 miliar ton. China dan India memang termasuk dua negara yang sangat agresif mencari alternatif sumber daya pengganti minyak di luar negeri, sementara cadangan migas dan sumber daya mineral tambang mereka sengaja mereka simpan. Perusahaan China dan India masuk menguasai tambang kecil dengan membiayai perusahaan tambang lokal yang kesulitan pendanaan.
Produksi batubara Indonesia saat ini adalah 340 juta ton per tahun, 240 juta ton dari jumlah tersebut di ekspor. Jika ini berlanjut terus, cadangan batubatra Indonesia akan habis dalam 20 tahun. Artinya Indonesia yang saat ini memasok minyak dan batubara untuk negara-negara besar suatu saat akan kehabisan cadangan nya dan menjadi importir minyak sekaligus batubar
a. Sungguh sangat ironis sekali. Jika kita membahas pertambangan mineral Indonesia oleh pihak asing, kita tak bisa melewatkan PT Freeport Indonesia (dengan penguasaan Freeport McMorRan Copper & Gold Corp. sebesar 81,28% di dalamnya). Perusahaan ini sempat menambang emas dengan izin tambang tembaga dalam rentang waktu yang cukup lama. Saat ini, Indonesia memperoleh kurang dari 1% dari apa yang dihasilkan Freeport mengeruk bumi Papua. Perusahaan asing dan kerja sama lainnya yang merogoh cadangan batubara dan mineral Indonesia antara lain; PT Newmont Nusa Tenggara (PT Newmont Mining Corp menguasai 80% perusahaan), PT INCO (kepemilikan asing; Vale Canada Limited 58,73 % dan Sumitomo Mining Co. Ltd 20,09 %), PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (Banpu Public Company Ltd menguasai 73,22 %), PT Singlurus Indonesia (Lanna Resources Public Co Ltd menguasai 65 %), PT Lanna Harita Indonesia (Lanna Resources Public Co Ltd menguasai 55 %), PT Bahari Cakrawala Sebuku (Straits Resources Ltd menguasai 100%).
“Penjajahan”  nasional oleh asing ini tak lepas dari kebijakan blunder pemerintah yang mengubah bentuk pengelolaan sumber daya strategis menjadi berdasarkan jenis usaha. Akibatnya, sumber daya mineral, batubara dan migas diperlakukan sebagai komoditas. Peran negara mengontrol penggunaan sumber daya itu otomatis hilang. Jika dahulu kontrak tambang harus disetujui Presiden dan DPR, sekarang tidak lagi, demikian pendapat Direktur Eksekutif Masyarakat Batubara Indonesia, Singgih Widagdo.













19 Mei 2015
Posted by fahmi haqqi

Cari Blog Ini

Popular Post

Chat Box






- Copyright © De Haqqi -Metrominimalist- Powered by Blogger - Modived by Fhi -